Sertijab Karutan Padang Panjang, Momentum Evaluasi Kinerja dan Penguatan Integritas Pemasyarakatan
Padang Panjang – Serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Padang Panjang bukan sekadar seremoni pergantian pimpinan. Momentum ini menjadi titik krusial untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus menegaskan komitmen terhadap reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan,20/04/2026.
Acara yang digelar di Aula Rutan Kelas IIB Padang Panjang tersebut menandai berakhirnya masa tugas pejabat lama, Freddy Siregar, SH., M.Hum, yang kini resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pejabat baru. Dalam sambutannya, Freddy menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta memperkuat pembinaan terhadap warga binaan.
“Pemasyarakatan bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga pembinaan yang berkelanjutan. Integritas adalah kunci utama,” tegasnya di hadapan jajaran pegawai dan tamu undangan.
Sementara itu, pejabat baru Karutan menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan, sekaligus melakukan pembenahan di sejumlah sektor strategis. Ia menyoroti pentingnya peningkatan disiplin petugas, transparansi pelayanan, serta upaya menekan potensi pelanggaran di dalam rutan.
Namun demikian, Sertijab ini juga menyisakan catatan penting. Di tengah sorotan publik terhadap berbagai persoalan di lembaga pemasyarakatan—mulai dari overkapasitas hingga isu penyalahgunaan wewenang—pergantian kepemimpinan diharapkan tidak berhenti pada formalitas, melainkan benar-benar membawa perubahan nyata.
Penguatan pengawasan internal, peningkatan kualitas SDM, serta keterbukaan informasi kepada publik menjadi tantangan yang harus segera dijawab oleh pimpinan baru. Tanpa langkah konkret, rotasi jabatan berpotensi hanya menjadi rutinitas administratif tanpa dampak signifikan.
Dengan latar belakang tersebut, masyarakat kini menanti langkah nyata dari Karutan yang baru. Apakah pergantian ini mampu menjadi titik balik menuju tata kelola pemasyarakatan yang lebih profesional, humanis, dan berintegritas—atau justru sekadar pergantian nama tanpa perubahan berarti.
Tim Jurnalis Maestro Indonesia (JMI)














Post Comment