Warga Banjit–Baradatu Swadaya Tambal Jalan Rusak, Pemerintah Dinilai Tutup Mata Bertahun-tahun
Way Kanan — Minggu, 25 Januari 2026.
Kondisi memprihatinkan ruas jalan di Kecamatan Banjit dan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, kembali menyita perhatian publik. Di tengah jalan yang berlubang parah dan tak kunjung diperbaiki, warga justru bergerak sendiri melakukan pengecoran secara swadaya di sejumlah titik rawan, demi keselamatan pengguna jalan.
Aksi gotong royong masyarakat ini bukan tanpa alasan. Jalan tersebut sudah bertahun-tahun rusak parah, berlubang, dan tergenang saat hujan, namun nyaris tak pernah tersentuh perbaikan dari pihak pemerintah. Padahal, ruas jalan itu merupakan akses vital bagi aktivitas warga, mulai dari perekonomian, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Ironisnya, di saat masyarakat harus merogoh kocek sendiri untuk menutup lubang jalan, pemerintah daerah justru dinilai seakan tutup mata terhadap penderitaan warganya.
“Kami tidak ingin terus menunggu janji. Jalan ini sudah lama rusak, banyak motor jatuh, mobil rusak. Kalau menunggu pemerintah, entah sampai kapan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam pengecoran.
Dana yang digunakan murni hasil swadaya masyarakat, tanpa bantuan anggaran pemerintah. Warga berharap aksi ini menjadi tamparan keras bagi para pemangku kebijakan agar segera turun tangan dan tidak hanya hadir saat kampanye atau seremonial belaka.
Masyarakat Kecamatan Banjit dan Baradatu menegaskan, swadaya ini bukan solusi jangka panjang. Mereka menuntut pemerintah kabupaten maupun instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang selama ini sering dijadikan alasan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin terkikis. Jalan rusak bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, ekonomi, dan martabat masyarakat Way Kanan.














Post Comment