Jakarta –
Calon gubernur (cagub) Jakarta Pramono Anung mengaku hendak menggaet pemilih di luar basis wilayah PDI Perjuangan (PDIP) di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Dia mengatakan akan lebih banyak blusukan ke Jakarta Timur dan Jakarta Selatan bersama pasangannya, Rano Karno.
Mulanya, Pramono menyinggung elektabilitasnya di survei LSI terbaru sebesar 28,4%. Dia optimistis angka tersebut berpeluang untuk meningkat.
“Saya menyampaikan kepada teman-teman sekalian, bahwa saya walaupun angka 28,4% mengejutkan, tetapi angka ini masih bisa lebih, karena kami tahu basis-basis yang bukan basisnya saya dengan Bang Doel, kita harus segera masuk,” kata Pramono usai hadiri Rapat Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno di Mangkuluhur Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (22/9/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menegaskan enggan berpuas diri dengan angka survei tersebut. Dia berencana akan lebih berkonsentrasi di wilayah yang masih belum cukup dukungan.
“Kami tidak akan berpuas diri dengan yang sudah ada, kami akan berkonsentrasi di tempat yang memang dukungannya masih belum memuaskan,” katanya.
“Contohnya di beberapa daerah di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, kalau dilihat konsentrasi saya keliling kan lebih banyak di timur dan selatan, walaupun kami tidak pernah meninggalkan basis utama di Utara dan Barat,” imbuhnya.
Sebelumnya, LSI merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon jelang Pilgub Jakarta. Survei yang digelar pada 6-12 September itu menempatkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dengan elektabilitas teratas dibandingkan dua pasangan lainnya.
Adapun hasilnya sebagai berikut:
– Ridwan Kamil-Suswono: 51,8%
– Pramono Anung-Rano Karno: 28,4%
– Dharma Pongrekun dan Kun Wardana: 3,2%
– Tidak ikut memilih (golput): 3,9%
– Tidak tahu/tidak jawab: 12,8%.
(fca/fca)